Kisah Para Cum Lauders (Part-5): Saya persembahkan untuk Alm. Ayah

tiga yang pertama

“Alhamdulillah, rasa syukur tanpa henti kepada Allah SWT yang telah memberi kemudahan di setiap kesulitan yang saya hadapi. Terima kasih untuk Mama yang telah menjadi wanita terkuat mendukung saya secara finansial juga memotivasi saya untuk mewujudkan janji saya kepada Alm. Ayah tercinta. Gelar ini saya persembahkan untuk Alm. Ayah di surga sana..” demikian ungkapan rasa syukur Artika setelah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd.).

Mahasiswi berhijab kelahiran Bandung, 15 Oktober 1996 ini adalah putri sulung dari dua bersaudara. Kini alumnus SMAN 1 Rancaekek ini, tinggal bertiga bersama adik dan mamanya di Perum Bumi Rancaekek Kencana, setelah ayahnya pergi mendahului mereka lebih dari 1 tahun yang lalu. Ayahnya pergi untuk selamanya, ketika Artika kuliah semester 5, di saat Ia akan menghadapi  masa terberat dalam perkuliahannya yaitu PI (Praktek Industri), RA (Riset agroindustri), KKN (Kuliah Kerja Nyata), PPL (Program Pengalaman Lapangan) dan skripsi.

bersama mama tercinta

Rasanya ingin menyerah dengan ujian-ujian ini? Pernah,, tapi satu hal yang tertanam dalam dirinya adalah,, bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

“menjadi mahasiswa,, sungguh banyak pengalaman yang berharga..”

Gadis yang hobi membaca dan menulis ini, memulai ritme kehidupan mahasiswa di prodi PTAg pada pertengahan 2014, yang diawali dengan padatnya jadwal praktikum diikuti dengan deadline laporan-laporan praktikum juga tugas-tugas perkuliahan. Hingga sampailah Artika menjalani PI di Departemen QA (Quality Assurance) salah satu perusahaan pangan. PI memberinya pengalaman belajar bagaimana Ia menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan produksi, mendapatkan jaminan halal, mendapatkan nomor registrasi BPOM, audit internal pabrik, membuat specwafer Jepang dan Thailand dan pengalaman lainnya.

Pengalaman lainnya adalah RA, dimana Artika harus melaksanakan berbagai uji coba pendahuluan ekstraksi pektin dalam rangka penelitian RA. Penelitian tersebut dikerjakannya setiap hari dari pagi sampai sore, di laboratorium prodi PTAg juga laboratorium di FPMIPA UPI.  Hasil penelitian tersebut diseminarkan dalam ujian RA, yang saat itu pelaksanaan ujiannya tepat 1 hari sebelum Artika berangkat ke desa KKN. Ketika semua mahasiswa dilepas di gedung gymnasium UPI untuk melaksanakan KKN, Ia harus bergegas menyiapkan ujian seminar RA.

Kegiatan KKN di desa Darmaga, Kabupaten Subang, memberikan banyak hikmah tersendiri, bagaimana Ia harus menyatukan isi kepala dengan banyak orang yang baru dikenalnya, bagaimana harus menjaga etika dalam hidup bermasyarakat. Dan.. selesainya KKN bukan akhir perjuangan..

bersama rekan seangkatan

Seminggu setelah kembali dari desa KKN, Artika harus berangkat ke SMKN 1 Pacet, Cipanas untuk melaksanakan PPL. Di tempat inilah, mahasiswi yang bercita-cita menjadi guru atau dosen, mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran bagaimana menjadi seorang guru yang sesungguhnya. Ia belajar bagaimana mengerjakan semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran, administrasi teaching factory dan sejumlah tugas lainnya seperti menjadi asisten keahlian ganda, ikut serta dalam Pendidikan Jarak Jauh yang didalamnya mengharuskan Ia blusukan mencari murid yang ingin sekolah. Di sekolah ini pula Artika melakukan penelitian skripsi.

Skripsi bagi Artika, adalah suatu perjuangan yang berbeda karena mengharuskannya untuk cermat mengatur waktu di sela-sela kesibukan PPL di SMKN 1 Pacet Cipanas, terlebih izin untuk bimbingan skripsi dengan dosen di UPI Bandung tidak mudah Ia peroleh dari sekolah PPL. Suatu ketika Artika harus menghadang hujan deras di Cipanas untuk berangkat ke Bandung karena Ia harus melaksanakan seminar proposal skripsi keesokan harinya.

“Rasanya sekarang lega, dan hampir tak percaya sudah menjadi sarjana,, karena rangkaian perjuangan dan pengalaman berkesan yang telah dilalui..” terlebih Artika pernah mengalami masa-masa menjadi asisten praktikum (asprak), juga menjadi asisten dosen pada salah satu mata kuliah sehingga Ia merasakan sensasi perjuangan dosen dalam rangka memberikan yang terbaik untuk mahasiswanya. Oleh karenanya, Ia menyampaikan terima kasih kepada semua dosen-dosen prodi PTAg atas bimbingannya..

Adakah kiat khusus hingga bisa lulus cepat dan meraih cumlaude?

Artika menjawab dengan lugas, “Tidak ada. Kuncinya adalah sabar dalam mengerjakan semuanya, yakin bahwa Allah menjanjikan kita kemudahan dalam setiap kesulitan. Dan… jangan menunda pekerjaan. Apabila telah selesai suatu urusan, maka kerjakanlah urusan yang lain.”

Barakallah..Artika.
Semoga menjadi inspirasi untuk pejuang-pejuang intelektual Prodi PTAg lainnya.. (to be continued)

-MNH-