Kisah para cum-lauders (part-10): 3B

Nani Yuliani, salah satu mahasiswi yang berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan, setelah melewati ujian sidang secara daring pada Rabu, 3 Juni 2020, memiliki prinsip 3B.

“Berusaha, berdoa, bersabar. Saya hanya menerapkan 3B ini dalam hidup. Jadilah versi terbaik dari dirimu. Tugasmu bukan untuk menyelesaikan masalah tapi menghadapi masalah, karena ketika kamu mampu menghadapi tantangan di depanmu, kamu sudah cukup luar biasa. Bagi saya, gagal adalah ketika kita tidak yakin bahwa kita bisa. Jangan berhenti, karena ketika kita berhenti untuk menunda pekerjaan artinya kita sedang menunda kesuksesan. Semangat dan yakin bahwa kamu adalah Maha Karya terbaikNya.”

Semangat itulah yang menyertai mahasiswi berhijab kelahiran Cianjur 26 Mei 1998 selama menjalani studi S1 di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri (PTAg), UPI. Meski pada awalnya, PTAg bukan prodi yang Ia impikan, pun tak ada dalam target hidupnya hingga Ia merasa tidak yakin, tidak percaya diri menjalaninya.

Lantas apa yang menyebabkan alumnus SMAN 1 Sukaresmi, Cianjur ini berhasil lulus tepat waktu, bahkan menjadi salah satu lulusan pertama di angkatan 2016 yang meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.82?

“Semangat saya mulai tumbuh ketika saya bertemu dengan dosen dan teman-teman yang selalu menyemangati, juga di saat yang sama Allah memberikan nilai IP yang Alhamdulillah baik. Mulai saat itu semua tantangan yang ada di kampus mulai dari KKN (kuliah kerja nyata), PI (praktek industri), RA (riset agroindustry) yang sempat membuat saya rasanya ingin menyerah, PPL (program pengalaman lapangan) dan yang terakhir skripsi bisa saya lewati. Saya yakin kuliah di prodi PTAg adalah bagian dari rencana Allah dan yang terbaik untuk saya. Alhamdulilah, sejauh ini saya bersyukur karena sudah kuliah di sini. Prodi PTAg sangat menyenangkan, terjadi keakraban antara dosen, mahasiswa dan staf lainnya, sehingga membuat kegiatan akademik ataupun non akademik berjalan dengan nyaman. Saya dibesarkan dengan penuh dedikasi untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu dan pantang menyerah dalam mengejar kesuksesan.”

Pantang menyerah.
Nani, sempat tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk kuliah karena kendala biaya. Tapi kemudian, putri pasangan Bapak Uum Supriadi dan Ibu Titin ini dapat meyakinkan kedua orangtuanya agar tidak khawatir masalah keuangan, dan Ia teringat pesan salah satu gurunya bahwa masalah ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Alhamdulillah, mahasiswi yang hobi membaca dan mendengarkan musik ini, berkesempatan memperoleh beasiswa bidik misi. Semasa kuliah pun, Ia berusaha memenuhi kebutuhan finansialnya dengan mengajar les privat, dan berjualan pulsa di sela-sela kesibukan kuliahnya dan organisasi kemahasiswaan seperti BEM-DPM Himagrin, IMTEK FPTK dan Kopma Bumi Siliwangi. 

Rencana setelah lulus?

“Sesuai kata hati, saya ingin menjadi seorang guru dan jika ada rezekinya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2)”

Sejak awal, Ia tak ingin membuat khawatir atau merepotkan orangtuanya sehingga selepas studi ini, sebisa mungkin menghasilkan uang setidaknya untuk menafkahi diri sendiri.

Semoga semua harapanmu terwujud, dan ilmunya bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang di sekelilingmu. Selamat. Barakillah
@mnh