Close

17/09/2021

Mapres Nasional: Rumus Fisika untuk Tekanan Hidup

“Sekilas rumus tekanan dalam ilmu fisika mungkin hanya digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tekanan fisika saja, tapi ternyata ini berlaku juga untuk tekanan hidup. Guru saya pernah mengatakan bahwa untuk memperkecil tekanan, maka luas penampangnya lah yang harus diperbesar. Seberapapun besar gaya yang diberikan, jika pembaginya dalam hal ini penampangnya lebih luas, maka tekanannya pasti lebih rendah. Maka sejatinya untuk memperkecil tekanan hidup, bagilah beban, ujian, cobaan, dan hal berat lainnya dengan luasnya hati dan keikhlasan. Dengan begitu, semakin luas hati kita semakin kecil pula tekanan hidupnya”, jawab Oka ketika ditanyakan apa yang dilakukannya ketika merasa lelah dan down.

Mahasiswa prodi pendidikan teknologi agroindustri UPI angkatan 2018 ini pun teringat pertanyaan yang disampaikannya kepada kak Hardeva (Juara II Pilmapresnas Jenjang Diploma Tahun 2019) pada malam pembukaan pilmapresnas 2021. “Lelah adalah hal yang normal dan manusiawi, kita tak perlu merasa tertinggal ketika kita lelah dan melihat orang lain bersemangat, kita juga harus sadar bahwa manusia juga butuh beristirahat”, pungkas beliau, “beristirahat bukan menyerah, artinya semangat untuk memupuk energi baru dan melesat lebih jauh lagi.” 

Pembukaan pilmapresnas 2021

“Saya ingat perkataan dosen pembimbing saya (bu Mustika) “Things happen for reasons”. Bagi seorang muslim, apapun yang kita jalani dan hadapi saat ini sejatinya bukanlah tanpa sebab, melainkan ada takdir yang Allah ingin tunjukkan pada kita. Maka berserah pada Allah adalah pilihan pertama yang harus disegerakan, menghela nafas sejenak dari liku masalah yang kita hadapi dan mentafakuri nikmatNya.”

Oka menambahkan bahwa yang menjadi salah satu sumber ketenangannya ketika merasa lelah dan down adalah bercengkrama dengan abah, ambu (panggilan untuk ayah ibu), mendengar kabarnya, bergurau, dan memohon doanya.

Muhammad Oka Ramadhan yang mewakili UPI pada Pilmapres tingkat nasional berhasil meraih peringkat VI untuk kategori sarjana. Menurut Direktorat Kemahasiswaan, hal ini merupakan pencapaian terbaik UPI dalam ajang Pilmapres. Oka menuturkan bahwa pilmapres ini merupakan perjalanan yang cukup panjang. Pembinaaannya sudah dimulai di prodi sejak tahun 2020 bersama dosen pembimbingnya, Dr. Mustika Nuramalia Handayani.  

Oka memulai proses seleksi pilmapres di tingkat prodi pada bulan Desember 2020, kemudian pilmapres tingkat fakultas pada 10-11 Februari 2021 dan pilmapres tingkat universitas pada bulan April – Mei 2021 hingga ditetapkan sebagai juara I dan mewakili UPI ke tingkat nasional. Selanjutnya, mahasiswa kelahiran Tabanan, 15 Desember 1999 ini, mengikuti rangkaian proses seleksi pilmapres tingkat nasional yang dimulai sejak bulan Mei 2021. 

Oka bersama 14 Finalis Pilmapres Nasional 2021 Kategori Sarjana

Oka berhasil masuk ke dalam daftar 15 finalis mapres nasional setelah berkompetisi dengan 456 mahasiswa terbaik se-Indonesia. Proses seleksi terdiri dari desk evaluation, portofolio capaian unggulan, gagasan kreatif dan presentasi dalam bahasa inggris. Selanjutnya, pada babak final pilmapresnas yang diselenggarakan 7-10 September 2021, Oka melalui berbagai proses seleksi diantaranya presentasi gagasan kreatif, wawancara pendalaman portfolio capaian unggulan juga penilaian dan uji kepatutan melalui serangkaian tes wawasan kebangsaan dan observasi sikap selama pilmapresnas berlangsung. 

Gagasan kreatif yang diusung Oka yaitu “Film Indikator Temperatur-Waktu dari Antosianin Bunga Telang dan Limbah Kulit Singkong sebagai Kemasan Cerdas Produk Ikan” diapresiasi sangat baik oleh dewan juri pilmapresnas.  Pada penutupan pilmapresnas, anggota dewan juri jenjang sarjana, Untung Yuwono mengapresiasi kepekaan mahasiswa berprestasi terhadap masyarakat sekitar dari gagasan kreatif yang diusung. “Mereka memanfaatkan karakteristik industri 4.0, literasi data dan teknologi. Perhatian mereka terhadap kekayaan hayati diarahkan kepada kekritisan dalam kondisi pandemi, seperti gambir untuk penanganan kanker paru-paru, bunga telang sebagai indikator kerusakan makanan.”

Oka mempresentasikan gagasan kreatifnya dalam babak final Pilmapresnas 2021

“Alhamdulillah bersyukur atas karunia yang Allah titipkan ini. Ucapan terima kasih saya sampaikan untuk orangtua yang tak henti mendoakan dan mendukung saya. Kemuliaan juga milik guru-guru saya diantaranya Bu Mustika, Bu Ana, Bu Vina, Bu Ilhamdaniah, atas bimbingan yang tulus dan ikhlas. Ucapan terima kasih juga saya layangkan kepada Kaprodi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Pimpinan FPTK, Direktorat Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan dan juga Rektor UPI yang telah memfasilitasi saya untuk berkembang lebih jauh. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan untuk sahabat yang senantiasa memberikan semangat dan doa yang penuh ikhlas. Semoga kebaikan mereka senantiasa Allah balas dengan kebaikan yang berlimpah pula”, demikian ucap syukur Oka setelah hasil penilaian seleksi Pilmapres Nasional 2021 dirilis oleh Puspresnas Kemendikbudristek  

Bagaimana rasanya menjadi mapres nasional?

“Campur aduk sejujurnya. Di satu sisi ada rasa haru dan bahagia bisa dipertemukan dengan sosok-sosok luar biasa selama perjalanan panjang pilmapres ini. Saya yakin ini bukanlah perjalanan saya sendiri melainkan usaha dan doa bersama dari dosen pembimbing, pimpinan universitas, dan pihak lainnya yang bahu membahu untuk berjuang bersama. Di sisi lain ada rasa ragu dan khawatir apakah saya betul-betul memiliki manfaat, peran, dan kontribusi sebagai “mahasiswa berprestasi”. Momen ini menjadi pengingat dan ajang evaluasi diri untuk terus memberikan manfaat dan inspirasi seluas-luasnya yang saya mampu.”

Oka menuturkan bahwa pengalaman pilmapres membuka matanya bahwa kebermanfaatan sangat bergantung pada waktu yang kita gunakan. Ia berharap setelah pilmapres ini, dapat menyelesaikan agenda-agenda hidupnya terutama skripsi juga mempersiapkan studi lanjut ke jenjang magister, juga tetap aktif di Yayasan Peduli Remaja Mentari untuk membangun minat, bakat remaja Kabupaten Cianjur.

Selamat Muhammad Oka Ramadhan. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkarya dan berprestasi.